Saparua Timur, Pattisnews.com:
Panitia pelantikan Raja Siri Sori Islam, Sabtu, 9 Agustus 2025 menggelar rapat. Dimulai pukul 09.00-17.30 petang. Hadir, Penjabat Kepala Desa, sejumlah Saniri Negeri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala kepala Soa, Kepala Kepala Sekolah se Negeri Siri Sori Islam, hingga ketua ketua seksi pelantikan raja.
Kehadiran para tokoh agama dan tokoh adat dalam rapat panitia pelantikan raja, selain diharapkan ada doa doa, juga memohon keberkahan. Itu lantaran, posisi raja bukan hanya jabatan administratif semata, melainkan juga simbol kepemimpinan adat dan spiritual yang memiliki akar kuat dalam tatanan kehidupan masyarakat. Karenanya, kehadiran, sekaligus persetujuan, dan restu dari para pemangku adat dan ulama sangat penting untuk memberikan legitimasi moral.
Apalagi, keunikan Siri Sori Islam terletak pada perpaduan erat antara adat, dan ajaran Islam yang telah menyatu dalam kehidupan sehari-hari yang diwarisi sejak dulu kala. Nilai-nilai Islam tidak menghilangkan adat, melainkan justru memperkaya dan memberikan fondasi moral yang kuat.
Rapat kali ini sebagai wujud dan komitmen terhadap prinsip transparansi, dan partisipasi dalam mensukseskan hajatan besar, pelantikan Raja Siri Sori Islam definitif. Para tokoh yang hadir dalam rapat yang berlangsung di Rumah Raja, karena mereka adalah representasi dari suara dan nilai-nilai luhur masyarakat.
Dalam rapat itu dibahas secara rinci pos-pos anggaran yang meliputi, perlengkapan upacara adat, konsumsi untuk tamu dan masyarakat, akomodasi bagi tamu dari luar desa, serta aspek logistik dan keamanan selama acara berlangsung.
Para tokoh yang hadir secara aktif memberikan masukan dan saran, memastikan bahwa anggaran yang dibuat realistis dan efisien, tanpa mengurangi kekhidmatan dan kehormatan acara pelantikan.
Penjabat Kepala Desa Siri Sori Islam, M.Rahayu Toisutta dan Ketua Saniri Abdurrahman Sopamena mengharapkan, kepanitiaan harus memiliki rasa kebersamaan, transparan, dan bertanggungjawab, utamanya dalam pengelolaan anggaran.
Ketua Panitia Pelantikan Raja Siri Sori Islam, Rahmat Kaplale mengakui, meski berjalan alot, namun rapat yang membahas Rencana Anggaran Biaya, atau RAB tetap berada dalam bingkai orang basudara.
“Rapat hari ini menghasilkan sejumlah poin penting. Mulai dari anggaran biaya, hingga penyuratan kepada keluarga Mata Rumah Parentah soal tanggal definitif pelantikan,” ujarnya.
Soal RAB, Rahmat Kaplale merinci, anggaran untuk seksi acara berjumlah Rp78.050.00, seksi komsumsi Rp143.255.000, seksi perlengkapan Rp 132.315.000, seksi Akomodasi Rp25.000.000, seksi humas dan dokumentasi, Rp35.995.000, dan seksi keamanan Rp30.400.000. Total anggaran yang dibutuhkan Rp 444.715.000,-.
Soal anggaran, Rahmat mengakui, bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kesepakatan kolektif dan semangat kebersamaan seluruh seksi.
Dengan adanya pembahasan anggaran yang melibatkan berbagai elemen masyarakat itu, diharapkan proses pelantikan raja dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta agama. Pendekatan ini juga mencerminkan upaya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, modern, dan tetap diterapkan pada kearifan lokal.
Selain menyangkut RAB, rapat juga menetapkan dua agenda penting lainnya, yakni, Senin, 11 Agustus, panitia menyurati pihak keluarga Besar Mata Rumah Parentah untuk mengkonfirmasi kepastian hari, tanggal, dan bulan pelantikan.
Setelah mendapatkan konfirmasi dan kesepakatan dari pihak matarumah parentah, langkah selanjutnya panitia melakukan konsultasi resmi dengan Bupati Maluku Tengah . Konsultasi dengan kepala daerah ini menjadi penting mengingat pelantikan raja atau kepala negeri, memiliki dimensi administratif dan pemerintahan. Ini juga menunjukkan pengakuan dan penghormatan terhadap keberadaan adat istiadat dalam bingkai pemerintahan modern.
Apalagi, proses pelantikan raja merupakan momen penting bagi masyarakat adat, tidak hanya sebagai penanda kepemimpinan baru, melainkan juga pengukuhan nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
‘Pada hari Senin itu juga, panitia akan menyurati keluarga Besar Mata Rumah Parenta untuk kesediaan dukungan anggaran. Dan, yang lebih penting adalah, proposal disertai rincian anggaran akan disampaikan kepada masing masing keluarga besar IKASSI di seluruh tanah air. Bahkan di luar negeri,” ujarnya.
Menurut Rahmat Kaplale, pelantikan raja, sekaligus kepala desa adalah hajatan seluruh masyarakat Siri Sori Islam, bukan saja yang berada di Negeri Siri Sori Islam semata, melainkan seluruh anak negeri Siri Sori Islam di manapun mereka berada.
“Saya ajak seluruh anak negeri Siri Sori Islam di Ambon, di Masohi, di Namlea, di Maluku Utara, di Maluku Tenggara, di Papua, Jakarta, di Surabaya, di Bandung, di Makassar, di Kalimantan, di Sumatera, dan di daerah lain di seluruh Indonesia, mari kita bergandengan tangan. Kita bahu membahu mensukseskan hajatan pelantikan raja Siri Sori Islam. Mari kita satukan langkah. Kita yakini, kita besar, kita kuat, dan kita bersatu dalam ikatan keluarga besar Siri Sori Islam,” tutup Rahmat Kaplale. (din pattisahusiwa).
















