Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner-pemkot
AgamaDaerah

Sambut 1 Muharram, Raja Siri Sori Islam Hadiri Zikir di Masjid Baiturrahman

×

Sambut 1 Muharram, Raja Siri Sori Islam Hadiri Zikir di Masjid Baiturrahman

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Saparua Timur, Pattisnews.com:
Tahun Baru Hijriah di tengah deru dunia yang demikian canggih saat ini menyisihkan ruang hening yang khas. Salah satunya dengan berzikir.
Di Siri Sori Islam, misalnya. Raja Syarifuddin Pattisahusiwa, bersama permaisuri, Ny.Nursamsiah, S.Pd.I. turut serta dalam hajatan zikir yang digelar Kantor Kementerian Agama Kecamatan Saparua Timur di Masjid Baiturrahman, Senin 15 Juni malam. Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Dr.H.Djar Wattiheluw—akademisi yang juga pendiri Universitas Dr.Djar Wattiheluw.
“Kehadiran saya di Masjid Baiturrahman ini dalam rangka memenuhi undangan Kantor Kementerian Agama untuk bersama sama menghadiri zikir malam tahun baru 1448 Hijriah. Harapan kami, ke depan, perlu ada kerjasama dengan pemerintah negeri, sehingga gaungnya lebih besar,” harapnya, Rabu, 17 Juni.


Usai zikir bersama, Raja Syarifuddin Pattisahusiwa mengaku bangga dengan kementerian agama yang menggelar hajatan menyambut tahun baru 1 muharram tersebut.
Dalam konteks masyarakat maju saat ini, jelasnya, fenomena zikir tahun baru hijriah tidak semata rutinitas seremoni tahunan, melainkan salah satu simbolisasi “ikatan batin” masyarakat Islam di seluruh dunia, termasuk di Negeri Siri Sori Islam.
Menyinggung gelaran zikir menyambut tahun baru ummat Islam itu, Raja Syarifuddin Pattisahusiwa mengakui, masyarakat, termasuk anak anak muda sedang kembali ke fitrah.
“Kita ketahui bersama saat ini, masyarakat, utamanya kaum muda sedang bergelut dengan krisis identiti dan beban mental yang berat. Namun, di tengah tengah majunya teknologi saat ini, anak anak muda negeri Siri Sori Islam yang berzikir di masjid ini memberikan “titik sauh”—titik yang digunakan sebagai tumpuan dan rujukan, dalam amal kebaikan” jelasnya.

Example 300x600


Di sisi lain, jelas putera raja Siri Sori Islam periode 1993-2005 (H.Abdul Madjid Pattisahusiwa), raja dipandang sebagai Ulil Amri yang menaungi masyarakat, bukan semata dari sudut pentadbiran–adminitrasi, tetapi juga kerohanian.
Karenanya, bila seorang Raja turun ke tengah masyarakat, melabuhkan lutut di atas sejadah, dan memimpin zikir bersama rakyatnya di malam 1 Muharram, sebagai menghantar satu mesej—atau pesan yang kuat dalam bingkai ketakwaan.
“Melalui zikir bersama di malam tahun baru Hijriah kali ini, masyarakat sedang mencari sakinah-ketenangan. Dan, yang lebih penting menyebut keesaan tuhan melalui zikir malam ini memberikan rasa kekitaan (sense of belonging) begitu mendalam,” urainya.
Sebelum mengakhiri komentarnya, ia melihat, raja dalam kegiatan zikir bukan lagi sebagai ‘entity’, melainkan sebagai sosok yang sama-sama memohon keampunan dan keberkatan bagi negeri. Zikir kemudian menjadi “jambatan” – menghilangkan jurang darajat dan menyatukan semua dalam satu bahasa kerohanian yang sama.
“Bagi kami dan seluruh masyarakat Siri Sori islam ini, kedaulatan sejati terletak pada ketundukan kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Dan, malam ini kami bersama menunaikan zikir. Ini salah satu pion penting memasuki tahun baru 1448 Hijriah,” tutupnya. (din pattisahusiwa)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *