Siri Sori Islam, Pattisnews.com:
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Maluku Tengah, Abdul Gani Wael, S.Ag, MH mengukuhkan empat Majelis Taklim (MT) Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Maluku Tengah. Ke empat Majelis Taklim itu yakni Al-Mukminun, Nurul Islam, Kharunissa, dan Al-Istiqamah.
Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin S.Ag, M.Pd.I, Raja Negeri Siri Sori Islam, Syarifuddin Pattisahusiwa, dan sejumlah pejabat lingkup Kementerian Agama juga hadir pada pengukuhan yang dirangkaikan peringatan Maulid Nabi 1448 H di pelataran kediaman rumah Raja Negeri Siri Sori Islam, Senin, 15 September 2026.
Pengukuhan Majelis Taklim di Negeri Siri Sori Islam tidak semata seremonial administratif keagamaan, sekaligus tidak hanya menghabiskan tinta tanda tangan. Namun di negeri beradat ini, pengukuhan adalah simfoni agung.
Ibarat menanam empat pohon besar di tanah subur, maka masing-masing diharapkan menjadi pilar penyangga ketahanan sosial dan spiritual masyarakat. Karena itu, pengukuhan ini mengirimkan pesan kuat bahwa, lembaga keagamaan formal dan akar rumput (masyarakat) harus berjalan seirama menghadapi ombak modernitas yang begitu berkembang saat ini.
Langkah Kepala Kemenag Maluku Tengah ini patut diapresiasi, sebagai ikhtiar kultural-struktural. Pasalnya, majelis taklim di era berkamajuan saat ini, bukan lagi pelengkap penderita, melainkan subjek utama pembangunan peradaban. Karena itu, setelah dikukuhkan, maka mereka telah diberi kompas. Tugas selanjutnya adalah mendayung perahu bersama, menembus ombak zaman, tanpa pernah kehilangan arah kiblat.
Seperti diketahui, tantangan umat hari ini, bukan lagi sekadar buta aksara Qur’an, melainkan “buta literasi digital moral” dan arus modernitas yang kerap mengikis nilai-nilai luhur. Di sinilah empat majelis taklim yang baru dikukuhkan diposisikan berada di garda terdepan. Mereka bukan lagi sekadar kelompok pengajian, melainkan pusat pemberdayaan umat.
Setidaknya, empat majelis taklim ini adalah bentuk penguatan fondasi umat dari unit terkecil. Apalagi, kaum ibu adalah madrasatul ula (madrasah pertama) bagi anak-anak. Dengan berdirinya majelis taklim yang terorganisir secara resmi, literasi keagamaan, pembinaan akhlak anak-anak muda, serta pemahaman moderasi beragama di Siri Sori Islam semakin kokoh. Mereka bukan lagi sekadar perkumpulan pengajian kampung, tetapi pilar peradaban Islam yang sah secara hukum dan struktural.
Dan, tentunya, pengukuhan majelis taklim ini tidak semata disaksikan undangan, serta masyarakat yang hadir saat itu saja, melainkan dilihat para leluhur. Untuk itu diharapkan, jajaran majelis taklim menjadi penjaga gawang nilai-nilai sosial adat, menjaga silaturahmi, merawat toleransi dengan negeri tetangga, meski tidak seakidah, dan merawat tradisi lokal yang tidak bertentangan dengan syariat. Apalagi, masyarakat Siri Sori Islam itu ramah, dan berakar kuat dalam budaya. (citizen reporter, poiratu pattisahusiwa melaporkan dari negeri siri sori islam, kecamatan saparua timur, maluku tengah)
















