Saparua Timur, Pattisnews.com;
Suasana di SMPN 45 Maluku Tengah, Selasa 26 Mei pagi ini berbeda. Bukan sekadar rutinitas seremoni serah terima jabatan Kepala Sekolah biasa, namun ada sebuah pemandangan yang menyejukkan hati. Di deretan kursi kehormatan, sosok yang dihormati di negeri adat, Raja Siri Sori Islam, Syarifuddin Pattisahusiwa bersanding dengan para tokoh pendidikan di Kecamatan Saparua Timur.
Kehadiran sang Raja dalam serah terima Kepala SMPN 45 Maluku Tengah menjadi simbol kuat betapa eratnya jalinan antara nilai-nilai adat dan dunia pendidikan di jazirah tenggara, Tanah Saparua.
Di wilayah hukum Kecamatan Saparua Timur ini, sekolah bukan sekadar gedung tempat menimba ilmu, melainkan “rumah” bagi tunas-tunas bangsa yang tumbuh di atas akar budaya yang kokoh.
Usai serah terima, Raja Siri Sori Islam dikonfirmasi mengaku bangga.
Syarifuddin Pattisahusiwa yang baru saja dilantik oleh Bupati Maluku Tengah, Sabtu 23 Mei itu saat didampingi Sekdes Siri Sori Islam Rahmat Kaplale, mengaku, tanggung jawab memimpin sebuah sekolah adalah amanah besar, tidak sekadar kepada negara, tetapi juga kepada masyarakat yang menitipkan anak-anak mereka untuk ditempa menjadi manusia yang beradab.
“Kita ketahui bersama bahwa, pendidikan adalah napas dari kemajuan. Tentunya, sebagai pemangku adat, kami hadir di sini untuk memastikan bahwa estafet kepemimpinan di sekolah ini berjalan dengan penuh keberkahan dan semangat kolaborasi,” urai sang Raja dengan nada yang tenang namun penuh berwibawa.
Menurutnya, peran Kepala Sekolah ke depan adalah, menjadi jembatan antara kurikulum modern dengan kearifan lokal yang menjadi jati diri. Karena itu, seorang pemimpin sekolah harus mampu merangkul orang tua murid, guru, dan para pemangku adat untuk menciptakan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Kepala SMPN 45 Maluku Tengah, Djohrah Kaplale, S.Pd dikonfirmasi terpisah menambahkan, kehadiran sang Raja Siri Sori Islam saat serah terima disambut hangat para guru, staff, murid, serta undangan.
Ina–sapaan bungsu dari lima bersaudara pasangan Ma’mun Kaplale dan Hj.Rabe’a Sopamena (keduanya kini alm) itu tentunya sebagai penanda, sinergi antara pihak sekolah dan pemangku adat adalah kunci untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif zaman.
“Dengan dukungan moril dari pimpinan adat, dan seluruh jajaran dan tokoh pendidik sekolah ini diharapkan memiliki kepercayaan diri lebih ke arah yang lebih gemilang, tuturnya.
Pesan tersirat Kepala SMPN 45 Maluku Tengah bersama Raja Siri Sori Islam dan jajaran sekolah yang berlokasi di Negeri Siri Sori Amalatu , memberi makna betapa ilmu pengetahuan dan budi pekerti akan berjalan beriringan. (din pattisahusiwa)














