Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner-pemkot
DaerahHiburan

Dua Atlet Cilik Maros, Syafiq dan Alfatih, Curi Perhatian di Piala Bupati

×

Dua Atlet Cilik Maros, Syafiq dan Alfatih, Curi Perhatian di Piala Bupati

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Menyatu dengan kuda menjadi salah satu kunci sukses yang dapat dilakukan para atlet penunggang kuda. Selain skill, perlu keserasian antara atlet dengan kuda, agar saat bertanding bisa berjalan seirama. Atlet berkuda Kabupaten Maros, M. Alfatih (10 tahun), dan M. Syafiq (12 tahun), misalnya.

Malah kedua anak muda ini ikut dalam lomba berkuda memanah. Dalam lomba tersebut, keduanya malah mencuri perhatian saat tampil Lomba Berkuda Memanah Piala Bupati Maros 2026. Kejuaraan berlangsung di Desa Tanete, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, pada 19–20 September 2026.

Example 300x600

Meski baru pertama kali mengikuti kejuaraan resmi, Syafiq dan Alfatih mampu tampil percaya diri di tengah atmosfer pertandingan yang disaksikan ratusan penonton. Kejayaan ini bukan sekadar tentang kemenangan, ia adalah simbol semangat, disiplin dan potensi luar biasa anak anak muda di Kabupaten yang dipimpin Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur ini.

Baik M. Syafiq, maupun M. Alfatih, keduanya harus mengendalikan kuda sekaligus melepaskan anak panah menuju sasaran dalam lintasan pertandingan. Tantangan tersebut membutuhkan keseimbangan, konsentrasi, ketepatan, dan keberanian. Penampilan perdana itu juga menjadi ujian bagi kedua atlet cilik tersebut untuk mengatasi rasa grogi saat bertanding di hadapan banyak penonton.

Syafiq dan Alfatih sebelumnya menjalani latihan intensif selama sekitar satu bulan di Klub Kandang Kuda Maros. Latihan mereka tidak hanya berfokus pada teknik memanah, tetapi juga penguasaan kuda dan keseimbangan tubuh saat berkuda.

Tidak kalah membanggakan, atlet junior putri Maros Dafinah Aliyah Nurabidah tampil luar biasa sepanjang kejuaraan. Dafinah menunjukkan konsistensi, ketenangan, dan ketepatan yang mengesankan saat menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai kabupaten. Persaingan yang berlangsung ketat justru menjadi motivasi bagi Dafinah untuk memberikan penampilan terbaiknya.

Mereka juga berlatih melepaskan anak panah ketika kuda sedang bergerak. Kerja keras selama masa persiapan tersebut terlihat saat keduanya turun ke arena.
Setiap lintasan yang berhasil diselesaikan mendapat sambutan dari penonton yang memadati lokasi pertandingan. Para pelatih di Klub Kandang Kuda Maros mengaku bangga melihat keberanian kedua atlet muda tersebut.

Keikutsertaan mereka dalam kejuaraan perdana dinilai menjadi pengalaman penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Piala Bupati Maros 2026 sekaligus menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sejak usia dini. Bagi Syafiq dan Alfatih, maupun Dafinah mengaku, kejuaraan tersebut menjadi langkah awal dalam perjalanan mereka di olahraga berkuda memanah.

Sementara itu, pelatih di Klub Kandang Kuda Maros, Adhi mengemukakan, di usia yang masih muda, keduanya masih memiliki waktu panjang untuk mengasah kemampuan. Pengalaman tampil di hadapan publik dan menghadapi atmosfer kompetisi menjadi bekal penting untuk perkembangan mereka ke depan. Keberanian keduanya tampil pada kejuaraan perdana menunjukkan hasil nyata dari proses pembinaan atlet usia dini yang dilakukan secara berkelanjutan.

Adhi menambahkan, kehadiran keduanya dalam ajang lomba membuktikan bahawa bakat muda di Kabupaten Maros mampu memberi warna bagi kemajuan olahraga berkuda di kabupaten beribukota Turikale tersebut. “Bagi kami, anak-anak muda Maros terus membanggakan, sekali gus membuktikan bahwa potensi atlet berkuda boleh berkembang di pelbagai ruang,” tutupnya. (titi)

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *