Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner-pemkot
Daerah

Bupati Maros Bagikan Masker ke ASN

×

Bupati Maros Bagikan Masker ke ASN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bupati Maros, Chaidir Syam memberi perhatian serius terhadap kondisi kabut asap dan penurunan kualitas usara yang terjadi akhir akhir ini.
Karena itu, ia menghimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), wajib memakai masker dan ikut sosialisasikan (penggunaan masker) kepada keluarga dan masyarakat di lingnkungan mereka berada.

Di sela sela pembagian masker usai apel rutin di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Senin, 12 Oktober 2026, Bupati Chaidir Syam, mengemukakan, kondisi penurunan Udara dan kabut asap akibat kebakaran hutan di sejumlah titik tersebut perlu diwaspadai, lantaran dikhawatirkan berkaitan dengan dampak kebakaran hutan yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.

Example 300x600

Karena itu, bupati dua periode itu meminta seluruh jajaran ASN dan masyarakat, mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak memiliki kepentingan mendesak. Sebaliknya, masyarakat sebaiknya beraktivitas di dalam ruangan untuk mengurangi risiko paparan debu dan asap di tengah kondisi udara yang kurang baik. Saat pembagian masker tersebut, mantan ketua DPRD Maros itu memanggil perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) menerima masker secara simbolis.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga meminta ASN dan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak memiliki kepentingan mendesak. “Masyarakat sebaiknya beraktivitas di dalam ruangan untuk mengurangi risiko paparan debu dan asap di tengah kondisi udara yang kurang baik. Kita berharap seluruh ASN maupun masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar kalau memang tidak penting. Kalau tidak ada keperluan mendesak, mungkin di dalam ruangan saja karena cuaca saat ini agak buruk,” tuturnya.

Di bagian lain Chaidir Syam mengaku, pihaknya telah menerima laporan dari Badan Penanggulangan Bencana terkait kondisi udara di wilayah tersebut. Selain mengantisipasi dampak kabut asap, penggunaan masker juga menjadi salah satu langkah pencegahan terhadap penularan penyakit saluran pernapasan. Ia juga mengatakan, pemerintah daerah turut mewaspadai potensi penyebaran influenza meski belum ditemukan kasus penyakit tersebut di Maros.
“Kita tahu di beberapa daerah sudah ada kasus influenza sehingga kita perlu mengantisipasi, termasuk penggunaan masker,” bebernya.

Sementara itu, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare tercatat cukup banyak ditemukan di sejumlah puskesmas di Kabupaten Maros dalam beberapa waktu terakhir. Di Puskesmas Simbang, misalnya, terdapat 54 pasien ISPA dan 37 pasien diare dalam dua minggu terakhir.

Kepala UPTD Puskesmas Simbang, Verawati Idris, mengatakan pasien ISPA didominasi kelompok usia dewasa, yakni 19-59 tahun. Sementara itu, kasus diare ditemukan pada kelompok usia dewasa hingga anak-anak, termasuk balita. Verawati menjelaskan, kondisi cuaca dan iklim dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya penyakit tersebut. Namun, ada pula faktor lain yang perlu diperhatikan.

Ia mengingatkan warga untuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta memastikan air yang dikonsumsi bersih dan aman. Masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dan menghindari paparan debu maupun asap secara berlebihan. Penggunaan masker dianjurkan ketika beraktivitas di lingkungan berdebu. (titi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *