Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner-pemkot
Makassar

Ketua Elang Timur Indonesia , Imran Apresiasi Intelkam Polda Sulsel

×

Ketua Elang Timur Indonesia , Imran Apresiasi Intelkam Polda Sulsel

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Makassar, Pattisnews.com:

Peringatan Hari Sumpah Pemuda selalu menjadi momentum sakral. Di satu sisi, ia adalah pengingat akan ikrar persatuan yang digelorakan pemuda  tahun 1928. Namun, di sisi lain, hari besar nasional ini sering kali bertransformasi menjadi panggung ekspresi massa.

Example 300x600

Tahun 2026 ini, dinamika tersebut terasa semakin dinamis. Di Sulawesi Selatan, termasuk di Kota Makassar, dikenal memiliki tradisi perlawanan dan dialektika pemuda yang sangat tinggi, potensi gesekan sekecil apa pun dapat memicu gelombang eskalasi. Namun, Hari Sumpah Pemuda kali  ini justru berjalan dengan narasi yang berbeda yaitu teduh, kondusif, dan penuh dialogi.

Tentunya, di balik stabilitas tersebut, terdapat kerja-kerja senyap yang patut diacungi jempol. Adalah Direktur Intelijen dan Keamanan (Dir Intelkam) Polda Sulawesi Selatan yang tampil sebagai dirigen utama dalam meredam potensi gejolak melalui strategi yang sepenuhnya humanis.

Karena itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Elang Timur Indonesia (DPP-ELIT), Imran SE mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Dir Intelkam Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol. Dulfi Muis beserta seluruh personel intelijen atas dedikasi dan kinerjanya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama rangkaian aksi penyampaian aspirasi memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini.

Keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif, demikian Imran, tidak terlepas dari peran strategis jajaran Dit Intelkam Polda Sulsel dalam melakukan pemetaan potensi kerawanan, deteksi dini, serta membangun komunikasi intensif dengan berbagai elemen masyarakat.

Imran melihat, dalam pelaksanaan sejumlah aksi unjuk rasa, termasuk di Kota Makassar, sempat terjadi beberapa insiden dan dinamika di lapangan. Namun, berbagai potensi gangguan tersebut dapat segera diredam melalui langkah-langkah pengamanan yang terukur, pendekatan persuasif, dan komunikasi yang mengedepankan sisi humanis.

“Tentunya, saya mewakili seluruh jajaran Ormas Pemuda ELIT menghaturkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian sangat luar biasa dalam menjaga kondusivitas wilayah kita, khususnya di Sulawesi Selatan. Kami juga memberikan penghormatan dan penghargaan yang luar biasa kepada Dir Intelkam Polda Sulsel beserta seluruh jajarannya. Pengamanan unjuk rasa pada momentum Hari Sumpah Pemuda kali ini patut diacungi jempol,” urai Imran, Jumat, 30 Oktober 2026.

Sarjana Ekonomi UVRI ini menyebut, pendekatan preventif yang dilakukan jajaran intelijen menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah eskalasi situasi. Melalui deteksi dini dan koordinasi yang baik, potensi gesekan dapat diantisipasi sehingga masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda, tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara damai.

Di sisi lain demikian Imran, fungsi intelijen kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pemantauan situasi keamanan, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi, membaca dinamika sosial, serta menjalin pendekatan dengan berbagai kelompok masyarakat sebelum potensi gangguan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Langkah ini menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak selalu harus dilakukan melalui pendekatan represif. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka, sikap persuasif, dan penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari upaya menciptakan stabilitas keamanan.

Ia juga berharap pola pengamanan yang mengedepankan deteksi dini, koordinasi, dan pendekatan humanis tersebut dapat terus dipertahankan serta menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Sebelum menutup pernyataannya, Imran mengemukakan, langkah ini Dir Intelkam Polda Sulsel dan seluruh jajarannya membuktikan bahwa Polri benar-benar hadir sebagai pengayom masyarakat. Hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi tetap dihormati, sementara keamanan dan ketertiban masyarakat juga dapat terjaga tanpa mengedepankan tindakan represif. Bahkan, mereka berhasil menunjukkan kematangan dalam seni mengelola ruang demokrasi ini.

“Apa yang dilakukan Dir Intelkam Polda Sulsel dalam mengawal Hari Sumpah Pemuda 2026 adalah manifestasi nyata dari visi Polri yang Presisi, yaitu Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan,” tutup Imran di Sekretariat DPP Elang Timur Indonesia, Jalan Andi Djemma. (rls-din pattisahusiwa)

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *